BAB
I
PENDAHULUAN
A. LATAR
BELAKANG
Osmosis merupakan difusi air melintasi
membran semipermeabel dari daerah dimana air lebih banyak ke daerah dengan air
yang lebih sedikit . Osmosis sangat ditentukan oleh potensial kimia air atau
potensial air , yang menggambarkan kemampuan molekul air untuk dapat melakukan
difusi. Sejumlah besar volume air akan memiliki kelebihan energi bebas daripada
volume yang sedikit, di bawah kondisi yang sama. Energi bebas zuatu zat per
unit jumlah, terutama per berat gram molekul (energi bebas mol-1) disebut
potensial kimia. Potensial kimia zat terlarut kurang lebih sebanding dengan
konsentrasi zat terlarutnya. Zat terlarut yang berdifusi cenderung untuk
bergerak dari daerah yang berpotensi kimia lebih tinggi menuju daerah yang
berpotensial kimia lebih kecil (Ismail, 2006).
Osmosis adalah difusi melalui membran
semipermeabel. Masuknya larutan kedalam sel-sel endodermis merupakan contoh
proses osmosis. Dalam tubuh organisme multiseluler, air bergerak dari satu sel
ke sel lainnya dengan leluasa. Selain air,molekul-molekul yang berukuran kecil
seperti O2 dan CO2 juga mudah melewati membran sel. Molekul-molekul tersebut
akan berdifusi dari daerah dengan konsentrasi tinggi ke konsentrasi rendah.
Proses Osmosis akan berhenti jika konsentrasi zat di kedua sisi membran
tersebut telah mencapai keseimbangan(Anonim, 2009).
Struktur dinding sel dan membran sel
berbeda. Membran memungkinkan molekul air melintas lebih cepat daripada unsur
terlarut; dinding sel primer biasanya sangat permeable terhadap keduanya.
Memang membran sel tumbuhan memungkinkan berlangsungnya osmosis, tapi dinding
sel yang tegar itulah yangmenimbulkan tekanan. Sel hewan tidak mempunyai
dinding, sehingga bila timbultekanan didalamnya, sel tersebut sering pecah,
seperti yang terjadi saat sel darahmerah dimasukkan dalam air. Sel yang turgid
banyak berperan dalam menegakkantumbuhan yang tidak berkayu (Salisbury, 1995).
B. RUMUSAN
MASALAH
a. Apakah
pengertian sekat semipermeabel ?
b. Apakah
fungsi sekat semipermeabel ?
c. Bagaimanakah
penerapan sekat semipermeabel ?
d. Bagaimana
contoh dari sekat semipermeabel ?
e. Apakah
faktor yang mempengaruhi sekat semipermeabel ?
C. TUJUAN
a. Memahami
pengertian sekat semipermeabel.
b. Mengetahui
fungsi sekat semipermeabel.
c. Mengetahui
penerapan sekat semipermeabel.
d. Memahami
contoh dari sekat semipermeabel.
e. Mengenal
faktor yang mempengaruhi sekat semipermeabel.
BAB
II
PEMBAHASAN
A. PENGERTIAN
SEKAT SEMIPERMEABEL
Membran semipermeable adalah membran/sekat
yang hanya dapat dilewati oleh molekul-molekul air. Molekul-molekul lain,
seperti molekul gula dan protein, tidak dapat melewati membran tersebut. Proses
osmosis akan berhenti jika kedua larutan di tiap sisi membran telah mencapai
konsentrasi yang sama (isotonis).
B. FUNGSI
SEKAT SEMIPERMEABEL
1. Dijadikan
sebagai alat penyaringan dalam proses osmosis
2. Sebagai
alat pelindung
3. Dapat
dijadikan sebagai pengantara antar dua zat yang berbeda konsentrasinya
C. CONTOH
PENERAPAN SEKAT SEMIPERMEABEL
Ketika sebuah mentimun dimasukkan ke dalam larutan gula
pekat dalam beberapa hari timun tersebut akan mengkerut dan kehilangan sebagian
air yang dikandungnya. Air yang dimiliki mentimun akan berpindah ke dalam
larutan gula pekat. Air yang dikandung mentimun akan melewati kulit mentimun
yang merupakan membran semipermeabel.
Jika praktikum menggunakan sel darah merah dan mikroskop,
kita akan bisa mengamati ketika sel darah merah dimasukkan ke dalam air murni
akan menggelembung. Peristiwa tersebut terjadi karena air yang masuk ke
dalam sel darah merah lebih banyak daripada air yang keluar dari sel darah
merah. Sejalan dengan apa yang terjadi pada mentimun, ketika sel darah merah
tersebut dimasukkan ke dalam larutan gula atau garam pekat maka sel darah merah
akan mengkerut.
D.
CONTOH SEKAT SEMIPERMEABEL
Apabila pelarut murni (seperti air) dipisahkan dari
larutannya yang mengandung zat
nonelektrolit nonvolatil dengan sebuah membran
semipermeabel maka yang terjadi adalah molekul-molekul pelarut murni dapat
menembus selaput tersebut sedangkan molekul-molekul terlarut tidak dapat
melewati membran tersebut. Selaput atau membran semipermeabel adalah suatu
selaput yang mempunyai ukuran pori-pori tertentu.Coba amati gambar ilustrasi di
bawah ini.
![]() |
Gambar a
Molekul-molekul
pelarut pada larutan yang lebih encer lebih banyak menembus membran semi
permeabel menuju ke pelarut yang lebih pekat. Sebaliknya, molekul-molekul
pelarut pada pelaurt yang lebih pekat lebih sedikit menembus membran semi
permeabel menuju molekul pelarut yang lebih encer.
Gambar b
Terbentuknya
tekanan osmotik. Untuk mengimbangi laju molekul pelarut pekat menembus membran
semipermeabel menuju pelarut encer diperlukan sebuah tekanan hidrostatis yang
akan mengimbangi tekanan yang diakibatkan pergerakan molekul yang melewati
membran semipermeabel. Jadi yang disebut dengan tekanan osmotik adalah
tekanan hidrostatis yang mengimbangi gerak molekul-molekul perlarut
melewati dinding semipermeabel.
E.
FAKTOR YANG MEMPENGARUHI SEKAT
SEMIPERMEABEL
1.
Ukuran molekul yang meresap:
Molekul yang lebih kecil daripada garis pusat lubang membran akan meresap
dengan lebih mudah.
2.
Keterlarutan lipid: Molekul yang
mempunyai keterlarutan yang tinggi meresap lebih cepat daripada molekul yang
kelarutan yang rendah seperti lipid.
3.
Luas permukaan membran: Kadar
resapan menjadi lebih cepat jika luas permukaan membran yang disediakan untuk
resapan adalah lebih besar.
4.
Ketebalan membran: Kadar resapan
sesuatu molekul berkadar songsang dengan jarak yang harus dilaluinya.
Berbanding dengan satu membran yang tebal, kadar resapan melalui satu membran
yang tipis adalah lebih cepat.
5.
Suhu: Pergerakan molekul
dipengaruhi oleh suhu. Kadar resapan akan menjadi lebih cepat pada suhu yang tinggi
dibandingkan dengan suhu yang rendah.
BAB III
PENUTUP
A. KESIMPULAN
Membran
semipermeable adalah membran/sekat yang hanya dapat dilewati oleh
molekul-molekul air.
Fungsi
dari sekat semipermeabel itu sendiri yaitu dapat dijadikan sebagai alat
penyaringan dalam proses osmosis, sebagai alat pelindung,dapat dijadikan
sebagai pengantara antar dua zat yang berbeda konsentrasinya.
Contoh
penerapan sekat semipermeabel dalam kehidupan misalkan mentimun dimasukkan ke
dalam larutan gula pekat, sel darah merah dimasukkan ke dalam air murni akan
menggelembung.
Faktor-faktor
yang mempengaruhi sekat semipermeabel yaitu ukuran molekul yang meresap,
keterlarutan lipid, luas permukaan membran, ketebalan membran, suhu.
B. SARAN
Sebelum
melakukan penyusunan makalah, sebaiknya penyusun harus lebih mendalami serta
memahami materi yang ingin dikaji. Seperti halnya dalam penyusunan makalah ini
yang membahas tentang sekat semipermeabel. Sehingga tidak mengalami kesulitan
dalam melakukan penyusunan makalah. Selain dibutuhkannya pemahaman dari para
penyusun terlebih pentingnya lagi dalam penyusunan makalah kelompok dibutuhkan
kerja sama yang baik antar anggotanya.
DAFTAR
PUSTAKA


Tidak ada komentar:
Posting Komentar